Sabtu, 25 Februari 2012

THE HEIKE STORY

,
Judul: The Heike Story – Kisah Epik Jepang Abad Ke-12
Penulis: Eiji Yoshikawa
Penerbit: Zahir Books (Grup Penerbit RedLine)
Terbit: Juli 2010
Tebal: 750 hlm
Harga : 99800


Saya sangat suka novel ini karena berdasarkan sejarah dan tidak membosankan.

the heike storyThe Heike Story berlatar belakang belakang abad 12 ketika kondisi sosial dan politik khususnya di ibukota Kyoto sedang dalam keadaan kacau.

Kaisar ada tetapi roda pemerintahan dipegang oleh para bangsawan Fujiwara yang menduduki pos-pos strategis di pemerintahan. Intrik perebutan kuasa pun ada, salah satunya mantan kaisar yang ingin tetap memiliki kekuasaan. Mantan kaisar sebenarnya memiliki istana sendiri juga yang disebut Istana Kloister.

Saat itu, musuh tidak hanya pihak lawan tetapi bisa juga kalangan biksu yang memberontak. Klan Samurai yang dipercaya oleh pemerintahan pun bisa saja membela 2 pihak yang berlawanan walaupun satu klan. Contohnya ketika Genji Tameyoshi yang membela Mantan Kaisar harus berhadapan dengan putranya: Yoshitomo yang membela Kaisar, dalam peristiwa Hogen.

Di masa itu klan Heike dan klan Genji sangat bersaing. Heike yang saat itu kurang populer di pimpin oleh Tadamori, seorang pria miskin bertubuh kecil dan pendiam. Tadamori memiliki beberapa anak, salah satunya adalah Kiyomori.
Pada satu kesempatan Kiyomori dapat meredakan suatu pemberontakan hingga  melahirkan pujian dan rasa hormat dari beberapa biksu dari Gunung Hiei. Setelah keberhasilannya klan Heike maju dengan pesat

Kiyomori punya kepribadian yang sederhana, blak-blakan dan ceria, sehingga membuatnya mudah disukai orang lain. Selain itu Ia adalah seorang pemimpin yang bervisi. Terbukti selama bertahun-tahun di bawah pengaruh Heike, rakyat mengalami hidup penuh kedamaian.

Membaca buku ini memang butuh perhatian ekstra karena begitu banyak intrik antar tokoh. Selain itu banyaknya tokoh-tokoh yang bermunculan yang masih memiliki benang merah dengan Kiyomori.

“Lonceng kuil menggemakan betapa mudahnya segala sesuatu berubah. Warna-warni bunga menegaskan kenyataan bahwa apapun yang berkembang dengan indah akan membusuk di kemudian hari. Kebanggaan hanya sejenak bertahan, bagaikan mimpi di malam musim semi. Dalam waktu singkat, kedigdayaan akan surut, dan segalanya akan menjadi debu yang tertiup angin.”

0 komentar to “THE HEIKE STORY”

Posting Komentar