Penerbit : Gramedia
ISBN : 979-22-2641-9
Tebal : 512 halaman
Terbit: : Mei 2007
I love this book!!
Saya tahu buku ini dari review-review
yang saya lihat, finnaly I’m so curious!!!Guess what..this book totally
different.
Buku ini adalah cerita
fiksi tentang manusia, penyihir dan para jin. Memiliki latar waktu yang berbeda-beda dan
dimensi yang berbeda. Salah satunya seperti zaman Firaun. Latar waktu yang
berbeda yang hanya diceritakan sedikit porsinya hanya sebagai sebuah latar para
jin berasal ataupun pernah jaya dimasa itu.
Dalam buku ini
penyihir adalah manusia-manusia “pilihan” yang akan dididik menjadi seorang
penyihir dengan indentitas baru termasuk nama baru. Dibutuhkan nama baru karena
nama asli para penyihir bila diketahui oleh penyihir lain akan menjadi senjata
yang berbahaya. Para penyihir ini akan
mempelajari
sejarah-sejarah dunia, mantra-mantra, hingga cara pemanggilan para jin.
Jin- memiliki
banyak tingkatan. Jin ini akan dipanggil oleh para penyihir untuk melakukan apa
yang disuruh oleh para penyihir. Penyihir yang kuat akan memiliki jin yang kuat
juga karena bila tidak penyihir dapat kehilangan nyawa mereka, termasuk jika
mereka melakukan kesalahan dalam pemanggilan jin.
Tokoh utama adalah Nathaniel seorang penyihir
muda yang terkesan penuh ambisi tapi tetap memiliki hati yang baik.Tokoh sentral
ke dua, Bartimaeus, seorang jin berusia 5000 tahun. Jin dengan sarkasme
yang lucu, narsis, angkuh. Berlatar belakang London saat pemerintahan di pegang
oleh sebagian besar penyihir.
Pada buku pertama
yang berjudul: “Amulet Samarkand” menceritakan awal mula Nathaniel menjadi
seorang penyihir. Nathaniel ternyata penyihir kecil yang cerdas, dengan
eksperiment sendiri ia bisa memanggil Bartimaeus, seorang jin berusia 5000
tahun yang termasuk dalam golongan jin yang kuat.
Tujuan Nathaniel
memanggil bartimaeus, “hanya” untuk mencuri amulet Samarkand . Tujuan semula hanya untuk membalas
dendam atas penghinaan yang diterimanya dari Lovelace- seorang penyihir kejam
dan penuh dengan ambisi. Tetapi ternyata, mencuri amulet Samarkand sangat fatal karena ia adalah benda
sihir- kunci keberhasilan pemberontakan yang akan dilakukan oleh Lovelace.
Dengan mencuri
amulet Samarkand
membawa Nathaniel dalam intrik-intrik politik yang tidak ia sadari, termasuk
pemberontakan- pembunuhan perdana menteri dan seluruh menteri dalam
pemerintahan.
Jonathan Stroud
mampu menyuguhkan jenis cerita sama dengan tampilan berbeda, menarik dan lucu. Banyak
adegan yang harusnya tegang dan serius tapi dapat membuat kita tertawa plus alur
unik yang mengambil tokoh pertama secara bergantian perchapter sampai
penambahan footnote-footnote di luar kebiasaan sebuah buku. Finally, buku ini
memang benar-benar layak kita baca!