Sabtu, 03 Maret 2012

Dwilogi- Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas

,
Penerbit : Bentang Pustaka (Juni 2010)
Penulis : Andrea Hirata
ISBN : 
Halaman : 

Harga : 76.500,-



Saya sangat suka buku ini, salut untuk Andrea Hirata yang karya-karyanya menjadi sebuah-bukan tapi banyak inspirasi bagi saya yang saya yakin juga membawa inspirasi pembaca lainnya.
 
Dari cover yang sederhana tapi sangat menarik untuk saya. Konsep dua novel yang digabungkan.

Kisah pertama- Padang Bulan

Kali ini tentang Zamzani dan keluarganya yang harus bergelut dengan kemiskinan Zamzani, lelaki pendulang timah yang berusaha menghadirkan kejutan dalam hidup istri tercinta, Syalimah dan anak-anaknya. Sayangnya, kematian Zamzani hadir tak berapa lama setelah kejutan itu terwujud.

Enong- anak sulung dari tiga bersaudara buah cinta Zamzani dan Syalimah, adalah anak yang harus berjuang untuk keluarganya setelah kematian ayahnya.

Pengorbanan dan Kesedihan harus meninggalkan sekolah, meninggalkan pelajaran bahasa Inggris yang Ia sukai, kesedihan dan tekadnya menjadi perndulang timah wanita pertama di Belitong tidak membuatnya terjatuh terus. Ia bangun walaupun terjatuh terus. Ketika Ia jatuh dan kelelahan cukup melihat kata-kata yang ditulis oleh ayahnya dalam Kamus Bahasa Inggris Satu Miliar Kata yang dihadiahkan kepadanya, Enong menerjang segala rintangan untuk merengkuh kebahagiaannya kembali.

Di sela-sela cerita Enong, Ikal menyelipkan cerita mengenai kegilaan-kegilaan karena obsesinya pada gadis impiannya- Aling yang sebenarnya sedikit mengganggu karena saya masih begitu ingin membaca mengenai kisah Enong dibandingkan kisah percintaan yang ”ABG” banget.


Kisah Kedua- Cinta di Dalam Gelas

Pada kisah yang ke dua ini masih memiliki benang merahyang sama- Enong. Namun yang dihadirkan adalah kisah yang lebih pelik lagi.

Enong akhirnya sudah menikah tapi sayang pernikahannya kurang bahagia karena Ia mengalami KDRT.

Takdir ternyata membawa Enong bertemu kembali dengan mantan suaminya, dan takdir memberikan Enong kesempatan untuk membalas penderitaan yang Ia alami karena suaminya melalui pertandingan catur.

Pertandingan catur terlihat sepel
e, namun tidak bagi seorang Enong dan bagi masyarakat Belitong pada saat itu. Catur sangat digemari dan tinggi gengsinya seperti sepak bola. Dan tidak kalah lagi Enong adalah perempuan pertama yang akan turut serta dalam pertandingan catur dan akan melawan mantan suaminya- sang juara catur yang disegani.

Cinta di dalam Gelas- mungkin karena dalam buku ini banyak di bahas mengenai sosiologi masyarakat Belitong yang sangat menyukai kopi. Pada novel ini bahkan Andrea Hirata menggolongkan para peminum kopi berdasarkan pengamatannya selama bekerja di warung kopi.

Dalam Buku kita akan tahu siapa Maryamah Karpov.
Dan saya sangat suka buku ini, sejujurnya saya belum baca mengenai buku Maryamah Karpov karena banyak testi yang kurang positif. Tapi setelah baca buku ini buat saya mau baca Maryamah Karpov.



Buku ini menjadi buku terbaik karena mengajarkan kita dengan yang namanya kemauan dan usaha. Maryamah seorang wanita yang tidak mengetahui apa itu catur bisa menjadi pemain catur ‘master’ karena ada kemauan dan usaha untuk membuktikan bahwa dia bisa mempermalukan mantan suaminya. (Mew)

0 komentar to “Dwilogi- Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas”

Posting Komentar