Tebal: 406 halaman
Terbit: November 2011
Cover: Softcover
ISBN: 978-979-22-7728-9
Harga : 65000
Penerbit : Gramedia
Penerbit : Gramedia
Memang terbitan
buku ini November 2011 , saat filmnya dibuat dengan judul “sang penari” tapi
sebernarnya buku ini sudah diterbitkan sejak 1982. Saya sendiri tertarik untuk
beli buku ini karena filmnya yang booming banget, walaupun saya sendiri belum
tonton.
Pada buku
terbitan ini, ketiga trilogi disatukan menjadi satu : Ronggeng Dukuh Paruk,
Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jantera Bianglala. Perpaduan kisah cinta yang
tak kalah dengan Romeo dan Juliet dengan bumbu suasana politik saat masa PKI.
Ronggeng Dukuh
Paruk berkisah tentang ronggeng di desa Dukuh Paruk. Kisah bermula saat indang (roh)
ronggeng ternyata sudah memilih pemiliknya, seorang anak bernama Srintil
berusia 11 tahun. Seorang ronggeng bukan hanya seorang penari biasa, seorang
ronggeng Dukuh Paruk adalah penari milik dusun Dukuh paruk itu. Ronggeng Dukuh
Paruk yang sudah dihinggapi indang ronggeng untuk sah menjadi seorang ronggeng
harus melewati beberapa tahap salah satunya seperti “bukak klambu” . Dunia ronggeng tidak berbeda seperti dunia
pelacuran.Contohnya “bukak klambu”
adalah ritual dimana keperawanan seorang ronggeng di perjualbelikan. Seorang
ronggeng juga sah-sah saja melayani pria mana saja.
Srintil dengan
jiwa muda dan kecantikannya selain memukau Dukuh Paruk juga memukau seorang
anak Dukuh Paruk bernama Rasus. Toh ternyata ke dua anak Dukuh Paruk ini memang
saling menyukai, namun tentu saja Srintil yang seorang ronggeng menghalangi
mereka.
Euforia adanya
ronggeng di Dukuh Paruk setelah 12 tahun ronggeng terakhir meninggal tepaksa
dihentikan oleh pergolakan sejarah, Dusun Dukuh Paruk yang terpencil dan lugu
tanpa sengaja harus terbawa arus ini yang mengakibatkan hancurnya tatanan dusun
ini dan sang ronggeng. Bagaimana dusun Dukuh Paruk ini dan kehidupang sang
Roggeng setelah kejadian sejarah itu? Silahkan baca bukunya. J
